Resensi Buku Antologi Puisi Karya Kahlil Gibran "Sang Kekasih"

Kenali Ruang Hidup Kahlil Gibran yang Berbeda Lewat Karyanya "Sang Kekasih"


Kahlil Gibran, siapa tak kenal seorang handal dalam menciptakan syair indah ini? ia adalah seorang penyair, filosof dan juga seniman yng lahir tak jauh dari gunung Lebanon. jutaan orang Arab yang akrab dengan tulisannya menganggapnya seorang jenius pada masanya. kepopuleran dan pengaruhnya, tersebar melebihi wilayah timur tengah. karyanya yang dinilai berbeda dan memiliki ciri khas khusus yang menggambarkan kepribadiaannya, dan dapat membawa penikmatnya menyelami alam bawah sadar yang dingin dan penuh kemesraan perasaan. puisi-puisinya telah di terjemahkan ke dalam lebih dari 20 bahasa. sedangkan, lukisan-lukisannya telah dipamerkan di seluruh dunia. karya-karyanya meliputi : Sang Nabi; Taman Sang Nabi; Sang Pengembara: dongeng-dongeng, prosa dan puisi: Visi: Refleksi Jalan Jiwa; Jesus: Anak Manusiadan Suara Kahlil Gibran. dan salah satu judul antologi puisi karya Kahlil Gibran yang terkenal adalah Sang Kekasih.
Sinopsis :
 Sunyi hakiki, itulah ungkapan yang barang kali paling reprepresentif untuk mengutarakan nilai-nilai ontologis yang bersemayam dalam diri seorang Kahlil Gibran. Sebagai pengembara yang senantiasa mengarungi samudra, lembah-lembah, sungai-sungai mengalir, perbukitan, gunung-gunung, padang sahara, padang rumput, pekat malam, kegelisahan siang, dawai senja, subuh jelita dan pergantian musim- jiwa Gibran selalu saja dikerubungi oleh berbagai kemarung sepi dan duri-duri ratapan. Sehingga antologi pilu dan dukanya yang bersarang di keluasan dadanya seringkali membumbung tinggi menjelma Himalaya yang kemudian meledak menyembulkan bunga-bunga dan kengerian 
(Kuswaidi Syafi'ie)

 NYANYIAN-NYANYIAN MALAM

SUNYI adalah malam, namun dalam jubah kesunyian
mimpi-mimpi membohongi penantian.
Sang bulan berputar di atas kepala.
Matanya yang tajam mengawasi hari-hari yang telah berlalu
***
Biarkan aku membawamu, anak perempuan padang,kepada pecinta kebun anggur.
Anggur yang kita peras akan memadamkan api kerinduan.
***
Tak dapatkah kau dengar burung hantu di padang itu melantunkan melodi?
Nafas bukit-bukit telah memenuhi langit, nafas mereka bau wewangian tumbuh-tumbuhan.
***
Tak perlu kau takut, cintaku, karena tak pernah memiliki bintang-bintang di ketinggian.
Kepadamu mereka akan menceritakan apa yang mereka ketahui.
Halimun tipis malam berputar di kebun-kebun anggur ini, mereka akan menyimpan rahasia-rahasia kita.
***
Tak perlu kau takut, wahai pengantin perempuan yang berjiwa, akan keluar dari gua magisnya.
Dia berbohong dalam tidur yang mabuk, tidak terlihat oleh semuanya
Bahwa ia menyelamatkan mata-mata waktu.
***
Sang raja yang berjiwa, jika ia harus lewat, biarkan hasrat memberikannya batas ujian.
Seperti aku, dia jatuh cinta dan karenanya tak mungkin menghukum cinta apalagi membakarnya!

Buku ini memuat sekitar 20 judul puisi, yang terbagi menjadi dua judul besar yaitu Dalam Tahun yang Tak Terekam dan Anak-anak Perempuan. beberapa dari judul puisi yang terdapat pada buku ini adalah berawalan kalimat Nyayian-Nyanyian. Seperti Nyanyian-Nyanyian Ombak, Nyanyian-Nyanyian Hujan, Nyanyian-Nyayian Kebahagiaan, Nyanyian-Nyanyian Keindahan dan yang lainnya. di dalam buku ini juga terdapat sebuah pendapat yang menggambarkan sosok Kahlil Gibran yang di ungkapkan oleh Kuswaidi Syafi'ie, di halaman awal, sebelum Daftar isi buku. ada sebuah kalimat kutipan pendapat yang menarik perhatian yaitu ... "Sebab tertawa dan mengis itu terletak di bibir manusia yang paling permukaan : keduanya bisa di jadikan piranti untuk menipu, keduanya merupakan bagian manusia yang amat picisan. Barangkali dalam kemah ketenangan yang bagaikan karang itulah Gibran berdiam diri sembari melantunkan suara adzan yang menyerukan ketulusan cinta..." dalam halaman x. Buku ini sangat menarik untuk di baca, apalagi bagi para pecinta sastra dan puisi lama yang penuh makna, design buku terkesan sederhana, ukurannya tidak terlalu besar dan cocok untuk di jadikan sebagai buku pegangan yang bisa dengan mudah di bawa kemana saja, puisi-puisi Kahlil Gibran di suguhkan dengan rapi, dan mudah untuk di baca, tinta hitam pekatnya terlihat tidak mudah rusak. penerjemahan puisi Gibran kedalam bahasa Indonesia pada buku ini terkesan sangat pas, dan sesuai. sehingga setiap larik puisi yang di suguhkan menyimpan berjuta makna indah yang akan berhasil membawa si pembaca mendecak kagum dalam rasa yang coba di sampaikan Gibran lewat puisinya. lalu, sesuai dengan judul bukunya yaitu "Sang Kekasih" maka isi dari buku antologi puisi ini menyuguhkan puisi-puisi romansa cinta, mulai dari arti sebuah kata cinta yang di ungkapkan oleh berbagai pendapat manusia, hingga masuk kepada perhelatan musim-musim dimana cinta akan menemukan kebahagiaan jiwa dan kemuraman kesedihan yang pahit. buku ini hampir sempurna, namun  jika dilihat dari cover buku mungkin terlalu sederhana, jika saja gambar yang di suguhkan pada cover bisa lebih mewakilkan judul buku yaitu "Sang Kekasih" dengan gambar yang lebih bernuansa romantisme dan warna yang tidak terlalu mencolok, mungkin dengan warna merah tua yang sering di ontologikan sebagai warna hati, dan font tulisan judul pada cover di buat lebih indah lagi untuk mendukung daya romantisme yang terkandung pada makna judul tersebut.
 Judul buku : "Sang Kekasih" Refleksi Lorong Hati
Pengarang   : Kahlil Gibran
Penerbit       : Pustaka Pelajar, Glagah UH IV/343, Yogyakarta.
Tahun terbit : Cetakan 1, Januari 1999
Harga buku  : Rp. 45.000

Semoga apa yang saya tulis ini dapat menambah pengetahuan dan informasi bagi para pecinta sastra atau siapa saja yang akan membaca buku karya Kahlil Gibran, juga dapat memberi gambaran mengenai sosok Gibran yang memiliki gaya hidup berbeda, yang sering ia luapkan pada karya-karyanya. setiap karya memiliki kekurangan dan itu pasti, kecuali karya Tuhan Yang Maha Esa, jika saya mengkritik buku ini, maka mungkin karya yang saya buat ini juga jauh dari kata sempurna. maka dari itu saya mohon maaf, kritik dan saran yang membangun akan selalu menjadi sesuatu yang saya tunggu demi perbaikan tulisan selanjutnya, Terimakasih.

Komentar